Ini Kelanjutan Sidang Sengketa Umar Madeng VS KPU. Sejumlah Saksi Dihadirkan – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Ini Kelanjutan Sidang Sengketa Umar Madeng VS KPU. Sejumlah Saksi Dihadirkan

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Untuk menguatkan dugaan kecurangan PPS dan intimidasi dalam pelaksanaan verifikasi faktual, pasangan Rizalul Umar-HA Mappamadeng Dewang (Umar-Madeng) menghadirkan lima saksi dalam lanjutan sidang musyawarah penyelesaian sengketa yang digelar Panwaslu Bone, Minggu, 25 Februari kemarin.
Kelima saksi yang dihadirkan Umar-Madeng merupakan tim pemenangan dan tim LO di lapangan.

Ketua Tim pemenangan Umar-Madeng, Muhamad Naim dalam kesaksiannya membeberkan beberapa kecurangan yang dialami dalam pelaksaanaan verifikasi faktual yang dilaksanakan PPS.
“PPS wajib menggunakan model B1 KWK atau melampirkan foto copy namun prakteknya PPS hanya menggunakan rekap yang dibuat sendiri dan diduga banyak kesalahan di dalamnya. Ada pendukung identitasnya tidak jelas dan bahkan ada pendukung yang hilang, melihat tersebut maka tanggal 14 Februari memberikan somasi kepada KPU agar memperbaiki kinerja PPS, akan tetapi tidak dihiraukan,” kata Naim.

Selanjutnya saksi kedua, Arham yang merupakan Tim LO Umar-Madeng dari Kelurahan Macanang mengaku menemukan banyak kegandaan dukungan dan mengakui susahnya mengumpulkan pendukung karena dugaan pengaruh intimidasi. “Banyak kegandaan, bahkan ada sampai dobel tiga kali nama pendukung. Dan hanya bisa mengumpulkan beberapa pendukung karena banyak yang ketakutan untuk datang diverifikasi,” kata Arham.

Sebelumnya, pada sidang yang berlangsung Jumat, 23 Februari lalu sekira pukul 20.30 Wita mengagendakan pembacaan replik sebagai tanggapan atas jawaban termohon pada persidangan sebelumnya. Dalam sidang tersebut, Kuasa Hukum Umar-Madeng mengungkapkan beberapa hal.
“Betul kewajiban pemohon untuk membuat rekapitulasi model B1-KWK dan B2-KWK. Akan tetapi maksud alasan pemohon pada gugatan point 4 tersebut adalah model B1 dan B2 KWK, setelah dilakukan verifikasi administrasi dan verifikasi terhadap dugaan kegandaan terhadap jumlah dukungan sebanyak 37.263 yang dilakukan oleh KPUD Bone,” ungkap Abdullah Mahir SH, Kuasa Hukum Umar-Madeng saat membacakan replik.

Abdullah juga menyebut adanya selebaran yang tidak seragam dalam tahap verifikasi. “Bahwa pemohon dan termohon dalam melakukan verifikasi jumlah dan selebaran, verifikasi administrasi terhadap kesesuaian data dan verifikasi dugaan kegandaan menggunakan hard copy asli. Sementara verifikasi faktual di lapangan menggunakan modifikasi soft copy yang tidak seragam sehingga terjadi kegandaan dan penghilangan data yang ada di arsip kami. Serta selanjutnya menanggapi jawaban dari termohon pada poin 6 yakni bagaimana mungkin bisa menghadirkan orang untuk diverifikasi sementara data yang diberikan itu tidak valid dengan hanya memberikan nama saja,” tuturnya.

Untuk menanggapi jawaban pemohon tersebut, pihak KPU Bone selaku termohon juga meminta waktu untuk menjawab replik dari pemohon, hingga akhirnya sidang kembali dilanjutkan pada Sabtu, 24 Februari lalu sekira pukul 20.00 Wita, dengan agenda pembacaan tanggapan replik termohon dan pembuktian serta pemeriksaan dokumen untuk mencocokkan data dengan data aslinya.

Kali ini, KPU diwakili Komisioner Divisi Teknis, Hj Ernida Mahmud SP, MP yang memberikan tanggapan diantaranya terkait selebaran yang digunakan dalam verifikasi faktual.
“Sebagai penjelasan bahwa verifikasi faktual di lapangan menggunakan adalah hard copy sedangkan soft copy yang kami pahami adalah file/soft file yang diupload ke aplikasi SILON,” ungkap Ernida.

Selanjutnya sebagai penyelenggara pemilu tingkat PPS, kata Ernida pihaknya telah memberikan data yang valid kepada Tim LO.
“PPS sudah memberikan data yang valid kepada LO yang datang, terkecuali bagi desa atau kelurahan yang memang tidak memiliki LO sehingga verifikasi kolektif tidak akan mungkin dilaksanakan.

Sesungguhnya bahwa yang menjadi masalah terbesar dan fatal adalah tidak semua desa atau kelurahan mempunyai LO penghubung sehingga pada verifikasi faktual di desa atau kelurahan banyak banyak yang tidak dapat terlaksana,” kata Ernida.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top