Istri Warga Dibawa Lari, Kapolsek Serahkan Kasus ke Kades – Radar Bone

Radar Bone

Peristiwa

Istri Warga Dibawa Lari, Kapolsek Serahkan Kasus ke Kades

Korban kasus membawa lari istri orang (Kaos Putih) didampingi Sekretaris Adat Desa Tompo Bulu saat bertandang ke Redaksi RADAR BONE Senin 29 Januari 2018

RADARBONE.CO.ID, WATAMPONE– Pelaku kasus dugaan membawa lari istri orang bebas berkeliaran. Meski korban, Jusman Bin Lawela (22) telah melaporkan kasus tersebut pada 5 Januari lalu.

Kapolsek Libureng, AKP Makmur yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya menyerahkan kasus tersebut ke kepala desa masing-masing agar menyelesaikan secara kekeluargaan.

“Permasalahan tersebut diambil alih Kades Tompo Bulu dan Kades Biru, Kecamatan Kahu. Belum ada solusi karena ada permintaan uang dari Jusman yang tidak mampu dipenuhi Muhtar,” tegasnya.

Makmur mengklaim belum menerima laporan korban lantaran memberi kesempatan untuk menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan.

“Belum kami terima laporan secara resmi,” tambahnya.

Saat bertandang ke Redaksi RADAR BONE, korban, Jusman Bin Lawela (22) yang juga suami sah dari, Tia (30) wanita yang dibawa lari pelaku, Muhtar menceritakan.

Kasus tersebut bermula pada tanggal 12 Desember 2017 saat itu pelaku melapor ke kepala dusun setempat agar Jusman dipanggil menghadap karena dituding telah menganiaya istrinya.

H Tahe selaku kepala dusun selanjutnya, memanggil Jusman bersama istrinya ke rumah sang kepala dusun untuk mengklarifikasi tuduhan tersebut.

Di rumah kepala dusun, Jusman bersama Tia bertemu dengan Muhtar. Selanjutnya, pelaku menyampaikan bahwa dia akan membawa pergi Tia.

Karena Jusman sempat menolak, Muhtar menyampaikan kalau dia tidak membawa pergi Tia, maka satu mobil orang truk yang akan menjemput paksa.

“Waktu di rumah kepala dusun, saya bersama istri membantah bahwa pernah terjadi penganiayaan. Namun Muhtar memaksa agar istri saya ikut sama dia padahal waktu itu tengah malam pukul 23.00 Wita,” ujarnya.

Jusman menambahkan, ke esokan harinya dia menghubungi Muhtar dan meminta agar istrinya dikembalikan.

“Saya bilang ke dia, karena kamu bawa istri saya pergi maka harusnya bawa juga pulang. Tapi pelaku malah bilang jangan pergi cari istrimu di rumah mertuamu karena banyak orang disana marah sama kamu,” tambahnya.

Tak terima dengan aksi pelaku, Jusman memilih melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek Libureng.

“Saya sudah melapor, namun sampai saat ini pelaku belum juga tertangkap. Kalau bisa keduanya ditangkap dan diproses, karena saya sudah tidak mau rujuk dengan istri,” tambahnya.

Sekretaris Adat Desa Tompo Bulu, Musliadi yang mendampingi Jusman ikut mendesak agar pelaku secepatnya ditangkap.

“Ini menyangkut persoalan harga diri. Sebagai orang yang menjunjung adat istiadat saya berharap agar pelaku segera ditangkap sebelum terjadi gesekan antar warga,” tegasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top