Kampanye di Dualimpoe Wajo, NH Disambut Meriah Masyarakat Adat – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Kampanye di Dualimpoe Wajo, NH Disambut Meriah Masyarakat Adat

RADARBONE.CO.ID_SENGKANG–Calon Gubernur Sulsel nomor urut satu mengawali kunjungan safari politiknya ke Kabupaten Wajo. Sebelum tiba di lokasi kampanye dialogis, pasangan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar ini menyempatkan singgah di kediaman salah satu tokoh adat Tolotang, Kelurahan Dualimpoe, Kecamatan Maniangpajo, Minggu pagi, 25 Maret 2018.

Tiba di kediaman, ratusan masyarakat adat Dualimpoe berbaris di sepanjang jalan. Hanya dengan mengenakan sarung, mereka menyambut kedatangan NH dengan mengacungkan telunjuk sebagai simbol nomor urut kandidat calon gubernur.

NH membalas dengan menyapa dan menjabat tangan masyarakat adat Dualimpoe. Dengan ramah, ia melempar senyumnya didampingi istri, Andi Nurbani.

Salah satu keluarga masyarakat adat juga menjamu NH bersama rombongan. Sekelompok ibu-ibu tampak sibuk menyediakan bercangkir-cangkir teh hangat dan kue. Suasana  obrolan hangat tercipta diselingi jamuan sederhana tersebut.

Salah satu masyarakat adat Dualimpoe, Ma Rangkeng menuturkan kekagumannya terhadap NH. Kata dia, sosok NH merupakan pribadi yang ramah dan ideal dalam memimpin daerah.

“Walau dia tidak kenal dengan kita semua, tapi rasanya seperti orang dekat. Murah senyum dan memang tidak terkesan dibuat-buat, ramah betul,” ujarnya.

Usai menyapa masyarakat adat Dualimpoe, NH kemudian melanjutkan agendanya. Dengan menumpangi mobil grandong, mobil pengangkut gabah, ia menuju lokasi kampanye di kelurahan tetangga, Anabanua. Antusiasme masyarakat Wajo terlihat saat menghadiri kampanye dialogis dan tatap muka di Anabanua, Kecamatan Maniang Pajo.

Warga setempat, Andi Arman mengungkapkan jumlah pemilih di kecamatannya memang tak banyak. Hanya saja, ia berani menjamin warganya akan turut mengajak keluarga masing-masing.

“Kami yakin, akan ada 100 ribu suara dari Anabanua untuk NH-Aziz,” ungkapnya saat menjamu NH.

Warga lainnya, Muhammad Saleh berharap NH ketika menjadi gubernur dapat menyelesaikan persoalan kesenjangan. Ia mengatakan, perekonomian di Wajo maju, tapi tidak dirasakan masyarakat desa.

“Karena sudah terlanjur dipegang orang-orang yang punya kekuasaan saja,” ucap Saleh.

Menanggapi hal itu, Nurdin Halid menegaskan diri maju sebagai kandidat gubernur bukan untuk mengejar kekuasaan, tetapi demi menyejahterakan masyarakat. Program pro rakyat berbasis Tri Karya yang berbasis infrastruktur, ekonomi kerakyatan dan berbasis kearifan lokal.

“Membangun di kampung beda dengan membangun di kota. Membangun di kampung tentu akan menata kota, tapi membangun di kota belum tentu membangun di kampung,” jelasnya.

NH menuturnya, sejumlah program untuk mengatasi permasalahan perekonomian di masyarakat, khususnya persoalan kesenjangan sudah disusun dalam program-programnya. Mulai dari penguatan peran BUMDes, KUD dan usaha rakyat lainnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top