Miris, Kondisi Saluran Irigasi Jl Sambaloge Jadi Langganan Sampah – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Miris, Kondisi Saluran Irigasi Jl Sambaloge Jadi Langganan Sampah

Tumpukan sampah mengapung di dekat pintu air saluran irigasi Jl Sambaloge, Selasa, 23 Oktober lalu.

PENULIS : BAHARUDDIN

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Pemandangan jorok kerap dijumpai di saluran irigasi Palakka, tepatnya di Jl Sambaloge. Pintu air di lokasi ini tak pernah sepi dari tumpukan sampah yang mengapung di air. Selasa, 23 Oktober lalu, kegiatan kerja bakti berlangsung di saluran irigasi Palakka, tepatnya di Jl Mangga. Lokasi yang berada tepat di belakang pusat kuliner ini memang kerap menjadi titik kerja bakti dari berbagai elemen masyarakat. Sehingga tumpukan sampah nyaris dijumpai di titik ini.

Berbeda dengan titik saluran irigasi Palakka lainnya, yakni di kawasan penjual ikan hingga ke pintu air di Jl Sambaloge. Pemandangan jorok menjadi hal tak asing di dua titik itu. Pantauan penulis di lokasi pintu air Jl Sambaloge tersebut, menemukan tumpukan sampah yang mengapung di permukaan air. Pemandangan jorok dan bau pun tak terhindarkan.  Salah seorang warga setempat. Hamsah mengatakan tumpukan sampah terjadi karena prilaku warga sendiri yang membuat sampah seenaknya ke saluran irigasi.

“Semestinya pemerintah memberikan pemahaman warga supaya tidak sampai ke sungai. Jika masih nekat juga ya diberi sanksi,” jelasnya. Lurah Macege, H Ayub Batin mengaku telah mewarning pedagang kaki lima yang berada di pinggir saluran irigasi agar tidak membuang limbah ke sungai.

“Kami sudah menyampaikan kepada pedagang kaki lima, supaya sampahnya dibuang pada tempatnya,” kata Ayub. Plt Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Kabupaten Bone, Ir Askar mengatakan pihaknya berulangkali membersihkan saluran irigasi di Jl Sambaloge tersebut. Namun demikian, sampah tetap saja menumpuk karena ulah oknum yang tidak bertanggungjawab.
“Seharusnya tidak boleh membuang sampah ke sungai, karena itu dapat merusak tanaman padi di sawah. Ya ujung-ujungnya merugikan petani. Selain itu dapat merusak pemandangan,” kunci dia.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top