Miris, Sejumlah Desa di Bontocani dan Tellu Limpoe Belum Tersentuh Listrik – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Miris, Sejumlah Desa di Bontocani dan Tellu Limpoe Belum Tersentuh Listrik

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Saat ini, listrik sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Hampir semua kegiatan masyarakat mengandalkan energi listrik. Ketika listrik padam, banyak aktivitas terganggu. Namun demikian, listrik bagi sejumlah kampung di Bone masih sebatas impian.

Kondisi ini dialami warga di Dusun Lappadihompong, Desa Baringeng, Kecamatan Libureng. Sebanyak 67 kepala keluarga di kampung ini harus bergelap-gelapan pada malam hari karena teraliri listrik PLN. Jaringan PLN belum masuk ke dusun ini.

“Warga hanya mengandalkan tenaga surya. Mereka berharap agar secepatnya listrik bisa masuk ke kampungnya. Karena tersisa kampung ini yang berada di wilayah perbatasan Bone-Maros belum masuk lampu,” kata Sudirman, SPd, Sekretaris Desa Baringeng, beberapa waktu lalu.

Nasib serupa dirasakan warga Dusun Ulu Nipa Desa Manera Kecamatan Salomekko. Sebanyak 50 kepala keluarga yang bermukim di Kampung Maniung, sebuah kampung berjarak 1,5 km dari Desa Mappatoba juga belum tersentuh listrik. Kampung terpencil itu, warganya masih hidup dalam gelap gulita pada malam hari.

Informasi dari pemerintah setempat, untuk memasukkan aliran listrik ke dusun tersebut hanya bisa melalui Desa Mappatoba, karena Mappatoba merupakan daerah paling dekat dengan Kampung Maniung.
Camat Salomekko, AM Taslim Lantara membenarkan belum adanya aliran listrik yang masuk ke Dusun Ulu Nipa tersebut. “Semoga usulan masyarakat tersebut dapat terealisasi secepatnya, supaya tidak ada lagi yang tidak menikmati listrik,” tutur Taslim.

Sebelumnya, salah satu dusun di Desa Salebba, Kecamatan Ponre juga dikabarkan belum tersentuh listrik.
Demikian pula dengan puluhan rumah di Desa Tellu Boccoe khususnya yang berdiam di enam dusun, yakni Dusun Galingkang, Dusun Gottang, Dusun Leppang, Dusun Laude, Dusun Maningo, dan Dusun Sappeulo.

Salah seorang warga Desa Tellu Boccoe, Uni mengatakan selama ini warga dari enam dusun ini hanya mengandalkan penerangan yang bersumber dari energi tenaga surya. “Sebenarnya penerangan dengan tenaga surya sih selama cukup bagus, tapi kalau musim hujan, kita tidak bisa menikmati listrik secara maksimal. Namanya juga tenaga surya yang mana hanya memanfaatkan tenaga matahari. Jadi kalau musim hujan tenaga listrik yang dihasilkan pun melemah, sehingga tak jarang kita menggunakan lilin sebagai penerangan cadangan,” ujar Uni.

Dia pun berharap pemerintah daerah memperjuangkan nasib mereka. “Kami sudah cukup lama mendambakan aliran listrik dari PLN, jangan biarkan masyarakat hidup dalam kondisi seperti ini, karena kami juga sangat butuh perhatian dari pemerintah daerah,” ujarnya.

Pihak PT PLN Area Watampone yang dikonfirmasi RADAR BONE, membenarkan masih adanya empat desa di Kabupaten Bone yang belum tersentuh aliran PLN. Keempat desa ini berada di daerah terpencil yang memilik akses jalan rusak dan sulit dijangkau.

Bagian Pelayanan dan Pemasaran PT PLN Area Watampon, Said mengatakan keempat desa dimaksud, yakni Ere Cinnong, Pattuku, dan Langi yang berada di wilayah Kecamatan Bontocani. Kemudian Desa Tapong, Kecamatan Tellu Limpoe. Empat desa ini berada di wilayah Bone Selatan dan Bone Barat.

“Sebenarnya Ere Cinnong, Pattuku dan Langi sudah terpasang tiang listrik, namun sisa kabel yang belum tersambung. Hal ini dikarenakan, masih dalam proses mengusulan di pusat. Sedangkan Tapong, memang belum ada penyambungan sama sekali lantaran akses jalan yang begitu buruk, bahkan untuk menuju desa itu, kita harus melalui poros Soppeng,” beber Said kepada RADAR BONE, Selasa, 23 Oktober lalu.

Selain keempat desa tersebu, ada sejumlah dusun juga belum tersentuh listrik. Hanya saja, kata Said untuk dusun atau kampung yang belum tersentuh listrik belum dimiliki datanya, karenanya informasi dari pemerintah setempat sangat diharapkan. “Makanya itu, kami menyampaikan kepada kades untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah lalu bersurat ke pihak PLN agar bisa didata,” harap Said.

Said menambahkan dalam Hari Listrik Nasional (HLN) tahun ini, pihaknya berkomitmen pelayanan listrik bisa merata hingga pelosok pada 2019 mendatang. “Saat ini jumlah pelanggan PLN Kabupaten Bone, sebanyak 180.025 sambungan dan Kabupaten Wajo 97.230. Jumlah pelanggan ini sudah termasuk pelanggan rumah tangga dan industri,” kunci Said.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top