Pasangan Muda Dominasi Gugat Cerai. Pengadilan Agama Watampone Tangani 1.170 Perkara – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Pasangan Muda Dominasi Gugat Cerai. Pengadilan Agama Watampone Tangani 1.170 Perkara

Suasana di ruang tunggu Pengadilan Agama Klas II A Watampone, Rabu, 24 Oktobe kemarin. Memasuki Oktober ini, sidang cerai terus berlangsung.

PENULIS ADRY

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Perkara cerai meningkat dari tahun ke tahun. Percekcokan yang berkepanjangan menjadi salah satu faktor utama terjadinya pereceraian. Berdasarkan data yang diperoleh dari Pengadilan Agama Klas II Watampone, dalam kurun waktu Januarai hingga September 2018 tercatat 1.170 perkara yang masuk ke Pengadilan Agama. Dengan perincian cerai talak sebanyak 220 perkara dan cerai gugat 807 perkara. Cerai gugat adalah istri mengajukan usulan cerai ke Pengadilan Agama.

“Khusus untuk bulan Oktober per tanggal 23 jumlah kasus yang masuk sebanyak 143 kasus, yang mana lebih dominan perempuan yang menggugat yakni 116 perempuan yang menggugat dan 27 laki laki yang melakukan gugatan. Untuk bulan ini memang tidak pernah sepi sidang perceraian,” kata Drs Jamaluddin, Panitera muda Pengadilan Agama Klas II Watampone.
Yang memiriskan, perkara cerai yang masuk ke PA Watampone rata-rata adalah pasangan muda.

“Memang dari data yang ada rata rata usia nikah yakni dari 20 sampai 40 tahun,” beber Jamaluddin. Diakui Jamaluddin, salah satu faktor penyebab utama kasus perceraian yang masuk ke Pengadilan Agama adalah percekcokan secara terus menerus, meniggalkan salah satu pihak, faktor ekonomi, mabuk dan judi.

“Jadi tingginya angka perceraian di Kabupaten Bone ini adanya peningkatan lapangan kerja, kenapa saya berani katakan karena perempuan ketika sudah merasa memiliki pekerjaan, sedikit sedikit cekcok lagi dan ini berdasarkan fakta kasus yang ada,” paparnya.

Jamaluddin menambahkan, berdasarkan data yang ada kasus perceraian di daerah ini meningkat dari tahun ke tahun. Disebutkan Jamaluddin, pada 2016 angka perceraian sebanyak 1.136 perkara. Kemudian meningkat menjadi 1.239 perkara di 2017. Dan tahun ini, data Januari hingga September sudah mencapai 1.170 perkara.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top