PDAM Bone Belum Sehat. Ini Buktinya – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

PDAM Bone Belum Sehat. Ini Buktinya

Kunjungan kerja Komisi II DPRD Bone di Kantor PDAM Makassar dalam rangka data pembanding terkait tarif air di PDAM Kota Makassar. Komisi II tengah mengkaji usulan kenaikan tarif air di PDAM Bone.

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Pelanggan PDAM harus siap-siap merogoh isi kocek dalam-dalam menyusul rencana manajemen PDAM Wae Manurung menaikkan tarif air. Kenaikan tarif sebesar 1.200 permeter kubik akan diberlakukan Juli mendatang. Berdasarkan informasi dari pihak PDAM Bone, pengeluaran perusahaan daerah ini mencapai Rp13 miliar per tahun. Sementara pemasukan yang dibukukan juga kurang lebih sama dengan pengeluaran tersebut.

Akibatnya manajemen PDAM kesulitan melakukan penambahan atau pergantian alat berupa pipa. Biaya operasional semakin me-ningkat, sementara tarif belum full cost recovery atau pendapatan menutupi seluruh biaya sesuai dengan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada 2017 lalu. Karenanya, tahun ini manajemen PDAM berencana untuk menaikkan tarif sebesar Rp1.200 permeter kubik. Harga air PDAM saat ini sebesar Rp2.000 permeter kubik. Dengan demikian, tarif air PDAM akan naik menjadi Rp3.200 permeter kubik.

Kabag Administrasi dan Keuangan PDAM Wae Manurung, Iskandar mengatakan harga air PDAM saat ini masih merugi sebesar Rp181 permeter kubik. Pasalnya harga pokok air sebesar Rp5.022 permeter kubik, sedangkan harga jualnya hanya Rp4.841 permeter kubik. “Makanya untuk tahun ini tarifnya akan dinaik-kan. Apalagi semua biaya operasional semakin naik,” kata Iskandar kepada RADAR BONE belum lama ini.

Iskandar mencontohkan, pembayaran listrik mengalami kenaikan sebesar Rp600 juta dari tahun 2016 ke 2017. Jika pada 2016, kata Iskandar pihaknya mengeluarkan biaya listrik sebesar Rp1,8 miliar. Namun pada 2017 naik menjadi Rp2,4 miliar. Belum lagi gaji pegawai bagi hampir 300 orang.

“Pegawai ini juga mencapai ratusan juta gajinya perbulan,” beber Iskandar. Ditambahkan Iskandar dengan meningkatnya biaya operasional membuat pihak-nya harus menaikkan tarif. “Untuk sementara ini biaya operasional tidak pernah lebih tinggi daripada pendapatan, tapi kami kesulitan untuk pengadaan dan pergantian alat,” terang Iskandar.

Direktur PDAM Bone, A Sofyan Galigo menambahkan rencana kenaikan tarif akan mulai diberlakukan pada Juli mendatang. Ini sesuai dengan hasil keputusan bersama DPRD Bone. Kenaikan tarif air PDAM, kata Sofyan maksimal Rp1.200 permeter kubik. “Kenaikan ini tarif berbeda di tingkatan pelanggan. Yang jelasnya pelanggan yang berekonomi menengah ke bawah tentu tidak akan sampai Rp1.200 permeter kubik kenaikannya. Tapi itu belum dibahas. Nanti itu akan dibahas di komisi II DPRD Bone untuk penetapan harganya,” jelas Sofyan.

Sofyan mengakui sejauh ini perusahaan yang dipimpinnya belum sehat. Namun demikian, ia menegaskan secara bertahap akan keluar dari persoalan sakit yang mendera selama ini. Sofyan menargetkan PDAM akan sehat pada 2019 mendatang. “Target, PDAM Wae Manurung Kabupaten Bone baru sehat di 2019, Insya Allah dengan jumlah pelanggan 25 ribu sambungan rumah. Posisi sambungan sampai sekarang ini 18.595 yang aktif terdiri dari kantor pusat dan 18 unit pelayanan IKK,” beber Sofyan di hadapan Pjs Bupati Bone, Ir H Andi Bakti Haruni, CES yang berkunjung di PDAM, Jumat, 13 April lalu.

Lebih jauh Sofyan juga mengungkap kondisi keuangan pada perusahaannya, dimana posisi keuangan PDAM Bone pada 2017, yakni penerimaan sebesar Rp14.043.573.000. Kemudian pengeluaran Rp13.893.200.000 sehingga saldo tersisa Rp1.726.557.000. Selanjutnya posisi keuangan PDAM Bone pada bulan Ja-nuari-Maret 2018, sambung Sofyan, yakni penerimaan Rp3.757.000.300 dan pengeluaran Rp3.547.428.000. Dengan demikian saldo per 31 Maret 2018 sebesar Rp1.894.270.000.

Terkait jumlah pegawai, diakui Sofyan hampir 300 orang. Ini terbagai atas pegawai tetap 200 orang, calon pegawai 15 orang dan Ikatan Tenaga Kontrak 60 orang.
Ketua Komisi II DPRD Bone, A Muh Idris Alang membenarkan rencana kenaikan tarif air PDAM. Komisi II bahkan telah menindaklanjuti usulan kenaikan tersebut dengan berkonsultasi di PDAM Kota Makassar dan DPRD Sulsel.

“Memang tarif air PDAM Kabupaten Bone terendah di Sulsel. Bahkan di Makassar, PDAM setempat sudah menaikkan tarif air mereka sejak dua tahun lalu,” ungkapnya kepada RADAR BONE, Minggu 15 April kemarin. Idris Alang mengaku, kenaikan tarif air PDAM belum bersifat final dan akan dibahas lebih rinci melalui rapat kerja di Komisi II.
“Segera kita akan undang pihak PDAM untuk membahas ini. Termasuk apakah besaran kenaikannya tidak terlalu memberatkan masyarakat. Itu semua yang akan menjadi pertimbangan nantinya,” tukasnya.

Politisi Partai Golkar itu, turut memaklumi alasan PDAM mengusulkan kenaikan tarif air. Selama ini kata dia, PDAM terus merugi akibat banyaknya tunggakan air pelanggan.“Karena jika ini tidak segera diata-si (Tunggakan pelanggan) bisa-bisa perusahaan daerah berpelat merah ini (PDAM) bangkrut. Jadi selain membahas usulan kenaikan tarif PDAM ini, kita juga akan mendesak PDAM memburu utang pelanggan,” kuncinya.

Diketahui tunggakan pe-langgan PDAM Bone cukup tinggi. Berdasarkan data PDAM Bone, terhitung Maret 2017 hingga Februari 2018 tercatat tunggakan pelanggan mencapai Rp553.022.865. Tunggakan sebanyak itu berasal dari 340 pelanggan. Ini terdiri dari 274 pelanggan yang menunggak di 2017, ditambah tunggakan 2018 sebanyak 66 pelanggan. Bagi pelanggan yang menunggak pembayaran hingga empat bulan, maka sambungannya pun dicabut. Bagi pelanggan yang sambungan airnya sudah terlanjur dicabut, maka harus siap-siap mengurus sambungan baru dengan biaya administrasi yang tidak sedikit, yakni Rp302.000 per sambungan.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top