Pertalite di Bone Naik ‘Diam-diam’, Konsumen Protes – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Pertalite di Bone Naik ‘Diam-diam’, Konsumen Protes

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE– Kenaikan harga bahan bakar minyak khususnya pertalite mengagetkan konsumen. Betapa tidak, kenaikan BBM Bensin RON 90 ini terkesan dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Konsumen baru sadar terjadi kenaikan harga setelah melakukan pengisian BBM di SPBU. Salah seorang konsumen, Ansar mengatakan dirinya baru menyadari terjadi kenaikan harga pertalite setelah mengisi BBM di salah satu SPBU.

“Saya kaget dengan kenaikan harga pertalite, karena tidak ada pemberitahuan. Biasanya kalau ada kenaikan pasti ada info lebih dahulu, tapi kok ini tidak ada informasi sebelumnya,” ungkap pengendara motor ini saat disambangi RADAR Bone di salah satu SPBU di wilayah kota, Senin 26 Maret kemarin.
Konsumen lainnya Faisal, menyatakan cukup kesal dengan kenaikan harga pertalite tersebut, pasalnya dalam dua bulan terakhir harga pertalite mengalami kenaikan hingga dua kali tanpa disertai pemberitahuan.

“Sebelumnya dari Rp7.700 per liter menjadi Rp7.800 per liter. Sekarang naik lagi Rp200 menjadi Rp8.000 per liter,” ketus Faisal.
Pengelola SPBU Cabalu, H Kurnia yang dikonfirmasi RADAR BONEmengungkapkan hanya pertalite yang mengalami kenaikan harga. “Ketiga SPBU kami yang ada dalam kota, yakni SPBU Cabalu, SPBU Ahmad Yani dan SPBU Agussalim semua menaikkan harga pertalite menjadi Rp8.000 per liter,” tuturnya.

Diakui Kurnia pihaknya menaikkan harga setelah mengetahui informasi kenaikan harga pertalite melalui media.
Pihak Pertamina Marketing Operation Marketing (MOR) VII Sulawesi melalui Manager Communication Relations and CSR, Robby yang dikonfirmasi RADAR BONE membenarkan adanya kenaikan harga pertalite tersebut. Kenaikan harga pertalite berlaku sejak, Sabtu, 24 Maret lalu. “Betul, ada penyesuaian harga khusus untuk pertalite sebesar Rp200 per liter,” tutur Robby melalui pesan WhatsApp yang diterima RADAR BONE, Senin, 26 Maret kemarin.

Robby menampik kenaikan harga pertalite tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan. “Kami umumkan di website Pertamina,” kunci Robby.
Sebelumnya, konsumen partelite di daerah ini mengeluhkan harga pertalite yang bervariasi.

“Saya biasa mengisi pertalite SPBU Ahmad Yani, SPBU Palakka dan SPBU Uloe, harganya hanya Rp7.800, tapi kok di SPBU Biru harganya lebih mahal Rp 7.850. Ini kan bisa merugikan konsumen,” terang Abd Wahid, salah seorang konsumen asal Desa Cinnong saat mengisi BBM di SPBU Biru, Selasa, 6 Februari lalu. Wahid mengaku mengisi BBM hari itu saat petang.
Pengawas SPBU Biru, Budi yang dikonfirmasi RADAR BONE, Kamis, 8 Februari lalu membenarkan harga pertalite di SPBU-nya sebesar Rp7.850 per liter. Ia berdalih kerap terjadi perbedaan harga, karena pertalite dan pertamax berbeda dengan premium dan solar.

“Iya memang harganya sampai saat ini Rp7.850 per liter, itu karena kami juga belinya mahal. Jadi sebenarnya harga di setiap SPBU itu tidak sama semua, apalagi di Bone karena itu tergantung dari zonanya. Beda kalau premium dan solar itu harganya serentak,” jelas Budi kala itu.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top