Petahana di Sinjai Didiskualifikasi. Ini Penyebabnya – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Petahana di Sinjai Didiskualifikasi. Ini Penyebabnya

RADARBONE.CO.ID–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sinjai, mendiskualifikasi pasangan calon nomor urut 2, HM Sabirin Yahya-Andi Mahyanto Masda (SBY-AMM) dari arena pilkada. Hasil pleno KPU memutuskan untuk mendiskualifikasi pasangan tersebut, Selasa 26 Juni 2018.

Ketua KPU Sinjai, Muhammad Arsal Arifin mengatakan, paslon nomor urut 2 didiskualifikasi lantaran terlambat dalam memasukkan laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye (LPPDK) sebagaimana diatur dalam Pasal 76 ayat (1) sampai ayat (5) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota.

Laporan itu, kata Arsal, sedianya paling lambat disetor Senin pukul 18.00 Wita. Namun pasangan itu melalui timnya, baru menyetor laporan tersebut pada pukul 18.05 Wita.

Kendati begitu, Arsal mempersilakan pasangan SBY-AMM ini untuk melakukan upaya hukum.

“Paslon ini diberikan waktu selama tiga hari ke depan untuk menempuh upaya hukum,” pungkas Arsal.

Meski didiskualifikasi, pasangan SBY-AMM tetap diikutkan dalam pencoblosan. Masih ada upaya hukum yang akan ditempuh oleh calon incumbent tersebut.

“Keputusan ini belum inkrah karena masih ada jalur hukum yang bisa ditempuh kandidat bersangkutan,” kata Komisioner KPU Sinjai, Ridwan.

Komisioner KPU Sulsel, Uslimin juga membenarkan hal itu. Menurutnya, tahapan Pilkada Sinjai tetap akan berjalan seperti yang telah dijadwalkan sebelumnya.

“Tahapan tetap jalan. Ruang banding tetap terbuka. Kasusnya sama dengan ada paslon yang wafat mendadak jelang pemungutan suara. Pemilihannya tetap jalan,” tuturnya.

Namun, menurut Uslimin, jika paslon yang didiskualifikasi tersebut meraih suara terbanyak, maka akan digantikan oleh peraih suara terbanyak kedua sebagai pemenang.

“Tapi apabila banding atau langkah hukumnya diterima, maka posisinya dikembalikan,” pungkasnya.

Pasangan SBY-AMM yang berusaha dikonfirmasi RADAR BONE tak berhasil. Termasuk ketua timnya, Irmas yang berusaha dimintai tanggapan memilih irit bicara. “Maaf yah saya lagi sibuk,” kuncinya.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top