Polisi Buru Dalang Kasus PAUD – Radar Bone

Radar Bone

Berita Utama

Polisi Buru Dalang Kasus PAUD

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Kasus dugaan korupsi pengadaan buku TK yang menyeret sejumlah pejabat Bidang PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Bone terus bergulir. Penyidik Polres Bone terus melakukan pendalaman, termasuk berupaya mengungkap dalang utama dibalik kasus yang menyebabkan kerugian negara mencapai Rp4,9 miliar itu.

Meski belum menetapkan tersangka, namun penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Bone terus melakukan pendalaman melalui keterangan saksi, untuk menjerat aktor intelektual yang diduga bermain dalam kasus itu.

Kepala Bidang (Kabid) PAUD, Hj Erniati ikut diperiksa penyidik terkait kasus itu.
Kapolres Bone, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim SH MH mengaku, penyidik telah memanggil dan meminta keterangan istri wakil bupati itu, terkait kasus pengadaan buku PAUD.

“Kabid sudah kita periksa, mengenai kemana aliran dana sedemikian banyak itu. Kita tentu akan telusuri semua termasuk pihak ketiga. Bulan ini sudah diketahui siapa tersangka,” ujar kapolres kepada RADAR BONE, Selasa 23 Juli kemarin.

Kadarislam menegaskan, ditetapkan atau tidaknya Kabid sebagai tersangka tergantung dari keterangan tiga calon tersangka utama serta hasil gelar perkara.

“Jadi segala kemungkinan bisa saja terjadi termasuk penetapan tersangka kabid. ” tambahnya.
Penetapan tersangka yang saat ini belum dilakukan menurut Kapolres Bone, lantaran menunggu rilis resmi dari BPKP.

“Polda tunggu rilis dari BPKB, setelah itu penetapan dan langsung penahanan, Ada beberapa saksi nantinya akan kita tetapkan tersangka,” pungkasnya.

Dorongan agar kepolisian serius mengungkap aktor utama dibalik kasus pengadaan buku itu, juga mengalir dari kalangan praktisi hukum dan legislator.

Aktivis lembaga bantuan hukum (LBH) Bone, Randi SH menegaskan, penanganan kasus ini harus tuntas.

“Sekali lagi saya tegaskan, hukum itu jangan tajam ke bawah, tumpul keatas. Penegakan hukum harus tegas dan adil. Siapa yang bersalah, itu yang harus dijerat. Tidak boleh ada yang dikorbankan apalagi dijadikan tumbal,” tegasnya.

Anggota Komisi I DPRD Bone, HA Suaedi juga mendorong kepolisian untuk mengusut tuntas pengadaan buku ini. Termasuk kata Suaedi, mengungkap aktor intelektual yang menikmati aliran dana pengadaan buku itu.

“Hukum harus ditegakkan seadil-adilnya. Jangan pandang bulu,” tegas Suaedi.
Diketahui, Kasus ini mencuat setelah sejumlah kepala TK membeberkan fakta pengadaan buku itu.
Salah seorang Kepala TK, Syamsuriawati mengaku buku dibeli dengan harga Rp175.000 per paket untuk satu siswa dengan harga satuan Rp17.000.

“Sebenarnya sekolah bisa mengadakan buku sendiri melalui dana itu, jika seandainya tidak dikoordinir,” jelasnya.

Ia juga mengaku telah diperiksa terkait pengadaan buku itu. Ia diperiksa terkait adanya beberapa nama kepala sekolah dengan tanda tangan berbeda dan juga stempel berbeda.

“Kalau dari pemeriksaan kemarin yang ditanyakan tidak ada terkait harga, namun terkait adanya nama dengan tanda tangan dua jenis. Begitupun dengan stempelnya pada pengadaan buku tersebut, dan saya menjawab sesuai keadaan yang ada, dalam artian tidak ada yang saya tutup-tutupi,” bebernya.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top