Sejumlah Guru Honorer Tak Kebagian SK Gubernur – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Sejumlah Guru Honorer Tak Kebagian SK Gubernur

RADARBONE.CO.ID–Sejumlah guru honorer jenjang SMA/SMK di Kabupaten Bone terpaksa gigit jari, karena tak semua mendapatkan SK Penugasan dari Gubernur Provinsi Sulsel.

Akibatnya, harapan untuk memperoleh insentif melalui dana BOS dan DAK tidak terwujud.

Sekretaris MKKS SMA Kabupaten Bone Muhammad Idris SPd MSi mengatakan tak semua guru honorer SMA/SMK di Kabupaten Bone kebagian SK Gubernur.

Seperti di sekolah yang dipimpinnya dari enam tenaga honorer yang mengabdi hanya tiga yang keluar SK-nya.

“Kalau di SMA Negeri 1 Bone hanya tiga honorer yang memperoleh SK dari Gubernur Provinsi Sulsel yakni 2 orang guru, satu orang pegawai perpustakaan. Semuanya mendapat insentif melalui dana APBD atau DAK,” katanya.

“Salah satu penyebab sejumlah tenaga honorernya tak mengantongi SK karena belum memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK),” tambahnya.

Hal serupa juga dialami SMA Negeri 5 Bone. Drs Mastan MPd selaku kepala sekolah mengaku tak semua honorernya mendapat SK dari Gubernur, akan tetapi yang tidak kebagian SK memang merupakan honorer baru mengabdi di sekolah.

“Saya tidak pasti berapa jumlah honorer kami yang menerima SK. Akan tetapi, tak semua yang mengabdi di sini mendapat SK,” katanya.

Beda halnya di SMA Negeri 18 Bone justru semua tenaga honorernya mendapat SK dari Gubernur Provinsi Sulsel, sehingga mereka semua bisa menikmati insentif melalui dana BOS maupun DAK.

“Jumlah honorer kami di sini sebanyak 13 orang, semua kebagian SK. Ada SK dana BOS, ada juga SK dari APBD Provinsi alias DAK,” imbuhnya.

Kepala Cabang Dinas Wilayah III Bone dan Sinjai, Drs A Syamsu Alam MPd mengatakan ada dua jenis SK yang dikeluarkan oleh Gubernur Provinsi Sulsel yakni SK pembayaran insentif melalui dana BOS dan SK pembayaran insentif dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Jika selama ini, guru honorer belum bisa menikmati insentif melalui dana BOS dan DAK. Maka dengan adanya SK ini, insentif mereka sudah bisa dibayarkan,” katanya.

Pembayaran insentif guru honorer ini kata mantan Kepala SMAN 1 Tellu Siattinge dua macam yakni pembayaran insentif menggunakan dana BOS dilakukan oleh sekolah masing-masing yang ditempati mengajar, kemudian pembayaran insentif melalui dana DAK atau APBD Provinsi dibayar langsung oleh pemerintah Gubernur Provinsi Sulsel.

“Jumlah insentif yang diterima masing-masing honorer bervariasi berdasarkan dengan jumlah jam mengajar yang diampuhnya di sekolah. Namun setiap jam itu dihargai Rp10 ribu per jam. Kita berharap dengan adanya SK Gubernur ini dapat lebih memotivasi para guru honorer untuk menjalankan tugasnya sebagai tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah,” pintanya.

Meski SK penugasan guru honorer telah diterbitkan oleh Gubernur Provinsi Sulsel, namun tak semua honorer bisa memperolehnya.

“Guru honorer yang mengantongi SK minimal dua tahun telah mengabdikan dirinya sebagai guru honorer,” katanya.

Mengenai keterlambatan SK Penugasan Honorer diterbitkan Gubernur Sulsel karena jumlah guru honorer saat ini mengalami peningkatan. Sementara tenaga administrasi di sekolah justru mengalami kekurangan.

“Makanya dibutuhkan verifikasi dan validasi sebelum SK Penugasan diterbitkan,” imbuhnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top