Setelah Viral di Medsos, Kabag Humas Tinjau Sungai di Jennae – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Setelah Viral di Medsos, Kabag Humas Tinjau Sungai di Jennae

RADARBONE.CO.ID_SINJAI–Setelah viral di media sosial beberapa hari lalu, siswa yang mempertaruhkan nyawanya dengan menyebrangi sungai, demi untuk mengikuti pelajaran di sekolahnya, mendapat perhatian banyak dari masyarakat, khususnya warganet.

Dari video tersebut, pemerintah Kabupaten Sinjai, dalam hal ini Kabag Humas Sinjai memantau langsung lokasi tersebut.

“Setelah meninjau langsung lokasi ini kami akan melakukan rapat koordinasi untuk mendapatkan solusinya,”ungkap Muh Syabir Syur, Kabag Humas Sinjai.

Sementara itu, Kades Sukamaju, Kamaruddin, menuturkan setiap tahunnya siswa yang dari Dusun Banoa (Kampung Banda) yang hendak menuntut ilmu ke sekolah, selalu menyebrangi sungai untuk bisa sampai ke Dusun Banoa (Kampung Malleko).

“Ini satu dusun, tapi untuk sampai ke sekolah (SDN 193 Jenna) harus menyebrangi sungai, agar bisa sampai lebih cepat, karena kalau harus memutar, itu harus menempuh sampai lima kilo jauhnya,”katanya.

Sebagai kades, pihaknya mengaku tidak pernah ada warga yang protes atau mengeluh dengan tidak adanya jembatan ditempat tersebut.

“Sudah puluhan tahun itu sekolah, dan sudah puluhan tahun juga siswa menyeberangi sungai, serta sudah melahirkan beberapa pejabat, tentara, polisi dan bahkan dokter, sampai sekarang tidak ada yang mengeluhkan hal tersebut, dan kalau tidak salah sekolah ini berdiri sejak tahun 79,”bebernya.

Lanjut, kata Kamaruddin, pihaknya pernah mengupayakan dan merencanakan untuk membangun jembatan dilokasi tersebut, namun hal demikian tidak terlaksana, mengingat kurangnya anggaran, dan ada yang lebih penting serta mendesak yang harus diselesaikan.

“Memang sudah pernah direncanakan, namun karena terkendala anggaran, dan ada yang lebih mendesak jadi tidak lanjutkan,”tuturnya.

Di sepanjang sungai tersebut yang berada di dusun Banoa, sudah memiliki dua jembatan permanen.

“Di dusun ini sudah ada dua jembatan permanan, tinggal lokasi ini saja yang belum ada kerena mengingat juga kondisi yang masih bisa dilalui oleh warga dengan panjang sungai hanya sekitar 13 meter, dan kalau pun musim kemarau tiba, sungai ini bisa dilalui mobil atau pun motor, dan bahkan warga disekitar ini mulai dari anak kecil sudah terlatih dalam hal ini, mereka semua rata-rata pandai berenang,”pungkasnya.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top