Siaga Ancaman Dari Luar, Uang Nasabah di BRI Bone justru Digerogoti Dari Dalam – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Siaga Ancaman Dari Luar, Uang Nasabah di BRI Bone justru Digerogoti Dari Dalam

Polres-BRI Gelar Simulasi Perampokan di Tengah Kasus Penggelapan Dana Bergulir

PENULIS : IRHAM

RADARBONE.CO.ID–Suara tembakan terdengar dari Kantor BRI Cabang Watampone di Jl Ahmad Yani, Selasa, 24 Juli kemarin. Sekelompok orang bersenjata menguasai kantor pelat merah itu. Para pegawai BRI pun tiarap dan tak bisa berkutik dengan todongan senjata dari komplotan perampok.

Beruntung bantuan segera datang. Polres Bone mengerahkan Satuan Brimob untuk mengamankan lokasi perampokan. Dengan skil yang dimiliki personel kepolisian berhasil melumpuhkan satu persatu anggota komplotan yang menyerang BRI.

Kantor BRI pun berhasil dikuasai aparat keamanan. Situasi genting ini adalah adegan simulasi pengamanan perampokan bank dilaksanakan Polres Bone bekerjasama BRI Cabang Watampone.

Adegan simulasi yang benar-benar menyerupai kejadian sesungguhnya, membuat pengguna jalan yang melintas di depan Kantor BRI Cabang Watampone menghentikan kendaraannya. Warga setempat pun turun ke jalan menyaksikan adegan dramatis tersebut.

“Kami lakukan simulasi ini, untuk mengantisipasi jika ada terjadi kejahatan di bank, sekaligus menguji kesiap-siagaaan seluruh personel dalam melumpuhkan pelaku kejahatan sekaligus,” kata Muhammad Kadarsilam Kasim SH SIK MSI, Kapolres Bone.

Hanya saja, simulasi yang dilaksanakan Polres Bone bekerjasama BRI ini mengundang komentar miring dari masyarakat. Pasalnya, simulasi dilaksanakan terkesan mendadak dan berlangsung di tengah kasus penggelapan dana nasabah menerpa Bank BRI Cabang Watampone.

Parahnya lagi penggelapan dana nasabah ini dilakukan salah satu oknum teller BRI yang bertugas di Kanto Cabang Pembantu (KCP) BRI Bone Trade Centre berinisial AFR (34).

Dari hasil pemeriksaan sementara penyidik Polres Bone, terdapat sekira 15 nasabah yang menjadi korban dengan nilai kerugian sebesar Rp631.800 000. Menariknya lagi, kasus ini sudah terjadi sejak dua tahun lalu, setelah Kepala KCP-nya melapor ke polisi.

“Kami salut dengan simulasi seperti itu. Artinya ada upaya persiapan pencegahan. Namun yang mengherankan, simulasi perampokan dilaksanakan di tengah kasus penggelapan dana nasabah bergulir, yang dilakukan oknum karyawan bank itu sendiri (BRI). Ini kan sama namanya mencegah terjadinya ancaman dari luar, tapi yang terjadi justru ada ancaman yang lebih dari internal bank itu sendiri, yaitu penggelapan dana nasabah oleh oknum karyawan bank. Ini mestinya yang menjadi perhatian pihak bank,” tutur Amir Syam.

Mantan Presiden Mahasiswa ini menambahkan pihaknya sejatinya memperketat pengamanan di tingkat internal. Sebaliknya aparat kepolisian fokus mengungkap dan menuntaskan kasus penggelapan dana nasabah tersebut.

“Bukan seolah-seolah menggiring opini publik, dana nasabah hilang karena perampokan,” kunci Amir.

Diberitakan sebelumnya, oknum karyawan BRI, AFR (34) dilaporkan ke Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Resort Bone atas dugaan tindak pidana penggelapan dana oleh Erix Nurharyanto Bin Suharto. Terlapor yang bekerja sebagai teller Kantor Cabang Pembantu BTC tersebut diduga dengan sengaja menarik simpanan tanpa sepengetahuan nasabah sebanyak Rp631.800 000.

Kepala BRI Cabang Watampone, Adi Widya Prakasah yang dikonfirmasi enggan berkomentar lebih jauh. “Saya no comment dulu. Ada prosedurnya, saya cari tahu dulu,” ujar Ady singkat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top