Siang Ini, M. Awaluddin Amrin Promosi Doktor di UNM – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Siang Ini, M. Awaluddin Amrin Promosi Doktor di UNM

RADARBONE.CO.ID–MAKASSAR- M.Awaluddin Amrin dikukuhkan sebagai doktor di bidang Ilmu Administrasi Publik di Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM).

General Manager PT. Comindo Mitra Sulawesi AD. PT. Telkomsel ini akan mempertahakan disertasinya di hadapan pengujinya, yaitu Prof. Dr. Suradi Tahmir, Prof. Dr. Haedar Akib, Prof.Dr. Manan Sailan, Dr. Risma Niswaty, dan Dr. H Muhammad Bisri di Lantai 5 gedung Pascasarjana UNM.

Disertasinya yang berjudul Pengambilan Keputusan Berbasis Elektronik di PT Comindo Mitra Sulawesi Kota Palopo akan dipertanggungjawabkan siang nanti, di bawah bimbingan Prof. Dr. Fahkri Kahar selaku Promotor dan Dr. Abdul Muis Mappalotteng selaku Kopromotor.

“Temuan ini bagi saya sangat menarik, karena saya mencoba mengungkap pentingnya penggunaan media sosial dalam pengambilan keputusan dalam sebuah perusahaan. Bahkan, bagi saya, ini sebagai bagian untuk menjawab tantangan zaman,” terang General Manager PT. Comindo Mitra Sulawesi AD. PT. Telkomsel ini.

Selain sibuk sebagai pucuk pimpinan di Authorized Distributor PT Telkomsel, kandidat doktor Ilmu Administrasi Publik ini juga tercatat sebagai dosen di perguruan tinggi swasta di Bone, yaitu Sekilah Tinggi Ilmu Administrasi Prima Bone.

Mengawali karir di Event Organizer Lokal Kidnappers Production sejak 2004 lalu menjadi pijakan awal bagi pria kelahiran 22 September 1985 ini menjadi sukses seperti sekarang ini.

Padahal,masa kecilnya, ia sama sekali tidak pernah berpikir untuk melanjutkan sekolah tinggi-tinggi. Baginya, bisa makan bersama kakek dan neneknya saja itu sudah merupakan pencapaian luar biasa.

Kehidupan anak-anak yang dijalani, ia habiskan di Kota Bone, kota berjuluk Kota Beradat dengan sejumlah polemik yang dihadapinya. Salah satunya, menjadi anak yang hidup dalam keluarga broken home.

Bagaimana tidak, kehidupan anak-anak yang dijalani memaksanya untuk menjadi lelaki tangguh. Sejak SMA,

Awaluddin memang dikenal keras kepala, baginya usia sekolah adalah usia untuk mencari uang tanpa harus meminta bantuan lagi dengan orang tua.

Hal itu berimbas saat ia terpaksa harus menepis impiannya untuk menjadi mahasiswa di Makassar. Ia malah pulang kampung melanjutkan studi di Bone.

Pria yang berstatus dosen di STIA Primarimaggalatung ini, kala itu selain kuliah, juga menjadi operator komputer di Dinas Perhubungan Bone atas permintaan ayahnya pada tahun 2003.

“Sembari menjadi operator, saya juga menjadi asisten rumah tangga. Menanak nasi, mencuci, dan membersihkan halaman sudah sangat akrab dengan saya,” celotehnya.

Harapan orang tuanya agar pria yang dikenal humble ini kelak bisa menjadi PNS seperti yang diidam-idamkan banyak orang juga ditepis. Baginya, PNS bukanlah satu-satunya jalan untuk menjadi sukses.

“Target saya kala itu, minimal bisa makan 3 kali sehari bersama keluarga, dan membantu biaya saudara,” ungkap Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) STIA Prima Bone ini.

Kehidupan Awaluddin juga diisi dengan kegiatan-kegiatan positif. Terbukti, sejak 2001, ia banyak menghabiskan waktunya dengan bergabung di Lemkari saat ini Inkanas Makassar.

Ketertarikannya dengan karate, membuatnya diamanahkan sebagai sekertaris Karate Inkanas di Bone hingga tahun 2013. Tak sampai di situ, tahun 2017 lalu, buah hati dari pasangan St. Hamira dan Amrin M ini juga dinobatkan sebagai Ketua Harian Inkanas Bone.

Kekasih hati dari Andi Hastuti Ningsih ini juga dikenal sebagai lelaki pekerja.

Selepas dari Lokal Kidnappers Production, kemudian beralih menjadi Supervisor PT. Alcom AD PT. Telkomsel untuk Cluster Bone, sampai pada akhirnya dipercaya menjadi General Manajer.

“Bagi saya, bekerja itu jangan melihat upahnya dulu. Intinya bekerja saja dulu, selebihnya serahkan kepada Tuhan. Dan yang terpenting memperbanyak ruang-ruang untuk berkontribusi kepada masyarakat,” cerita Commanditer CV. Last Ten Second ini.

Kini, M. Awaluddin Amrin telah dikukuhkan sebagai dokter muda di bidang Adminsitrasi Publik di Universitas Negeri Makassar (UNM). Ia berhasil mempertahakan temuannya tentang penggunakaan media sosial dalam pengambilan keputusan di hadapan para penguji, promotor, dan kopromotornya.

“Gelar itu bukan status, saya juga tidak pernah menyangka bisa meraihnya. Saya berharap dengan gelar ini justru semakin mendekatkan dengan masyarakat, agar bisa saya aplikasikan ilmu pengetahuan yang saya peroleh selama ini,” simpulnya (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top