Tak Amankan Barang Bukti Pencurian, Polisi Dinilai Lamban Bertindak – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Tak Amankan Barang Bukti Pencurian, Polisi Dinilai Lamban Bertindak

RADARBONE.CO.ID, WATAMPONE– Kinerja Kepolisian Resort Bone kembali disorot. Kali ini salah seorang warga Kelurahan Watampone, Kecamatan Tanete Riattang, Sandra Zara Zaenah Binti Abd Azis. Dia mengeluhkan lambannya proses kasus pencurian mobil yang dia telah laporkan sejak Mei 2018 lalu.

Bahkan menurut, Sandra barang bukti pencurian mobil sudah ditemukan namun hingga saat ini belum ada tindakan dari petugas.

“Mobil saya dicuri pada hari Sabtu tanggal 12 Mei 2018 lalu sekira pukul 03.00 Wita. Saya melapor kepolisi pada tanggal 12 Mei 2018. Setelah dua bulan pasca kejadian itu, Om saya menemukan mobil itu di rumah mama tiri saya, namun pada saat dikoordinasikan kepada pihak kepolisian justru tidak ada tindakannya. Barang bukti dibiarkan begitu saja,” ungkapnya.

Hal serupa juga diungkapkan Cemming (Om korban). Mobil merek Avanza warna Silver Abu milik keponakannya itu merupakan pemberian neneknya Hj Araleng.

Namun pada saat Ayah Sandra masih hidup atas nama Abd Azis, mobil itu dipakai untuk mencari nafkah. Hanya saja ia kawin lagi dengan wanita lain atas nama A Idamayanti.

Pada tahun 2015, Ayah Sandra wafat dan mobil yang selama ini dipakai mencari nafkah diambil kembali oleh Sandra. Mama tirinya A Idamayanti juga tak keberatan karena memang ia tau bahwa mobil itu miliki Sandra.

Setelah bertahun-tahun dalam penguasaan Sandra, mobil ini tiba-tiba dicuri pada hari Sabtu tanggal 12 Mei 2018 lalu sekira pukul 03.00 Wita.

“Jadi selain melapor ke kepolisi, kami juga memiliki kecurigaan bahwa mobil ini dicuri atas suruhan mama tiri Sandra. Karena selama penguasannya memang selalu ada yang berusaha ingin mengambil mobil itu, tapi selalu kedapatan,” ujarnya.

Apa yang menjadi kecurigaan Cemming betul-betul terbukti, dua bulan Pasca kejadian tepatnya Minggu, 22 Juli 2018 mobil itu ditemukan di rumah mama tirinya. Bahkan mobil itu sudah mau dijual.

“Karena kami takutkan barang itu dijual, maka kami pun langsung mengkoordinasikannya ke polisi agar barang bukti cepat diamankan. Hanya saja, polisi terkesan melakukan pembiaran. Kalau seperti ini sikap kepolisian, maka pasti orang seenaknya melakukan tindakan kejahatan,” katanya.

Selaku korban pencurian, Om Sandra hanya berharap agar pihak kepolisian cepat bertindak sebelum barang bukti itu hilang di rumah pelaku.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top