Telan Anggaran Milyaran Rupiah, Pengamat Minta Pembangunan Aspuri Diaudit

RADARBONE.CO.ID_SINJAI – Pembangunan Asrama Putri (Aspuri) di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar yang menggunakan anggaran APBD Dana Alokasi Umum (DAU) dengan nilai sebesar Rp2.320.774.000, (Dua Miliar Tiga ratus dua puluh juta tujuh ratus tujuh puluh empat ribu rupiah) yang dikerjakan oleh CV. Sumber Resky Abadi, hangat diperbincangkan.

Pasalnya, proses pembangunan proyek tersebut yang dinilai tidak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan yakni 21 Juli – 21 Desember 2018.

Bahkan, terkuak dalam rapat dengar pendapat yang dilakukan DPRD Sinjai bersama pihak PUPR, PPK Proyek, serta konsultan pembangunan, Jumat 4 Januari 2019, ternyata proyek tersebut menggunakan perusahaan pinjaman.

Polemik pembangunan Aspuri tersebut pun mendapat tanggapan dari pengamat hukum, Salahuddin. Kata dia proyek yang menelan anggaran miliaran tersebut harus ditelusuri.

Bahkan, Salahuddin meminta agar  pihak penegak hukum mengambil langkah tegas dalam masalah proyek pembangunan Aspuri.

“Ini harus diaudit segera mungkin karena diduga keras adanya dugaan perbuatan melanggar hukum dalam proses pembangunan asrma aspuri dimana yang menggunakan anggaran milyaran itu,” tegasnya.

Sebelumnya, Kapala Dinas PUPR Sinjai, Ishak mengungkapkan, bahwa awal dari tender proyek ini hanya ada dua perusahaan, salah satunya adalah CV. Sumber Resky Abadi, perusahaan yang berasal dari Kabupaten Soppeng. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi Radar Bone

Comment