Timbulkan Bau Sedap, Warga Protes Peternakan Ayam di Pemukiman di Bajoe – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Timbulkan Bau Sedap, Warga Protes Peternakan Ayam di Pemukiman di Bajoe

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Warga Jl Bandeng Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Timur mengeluhkan bau busuk yang berasal dari sebuah kandang peternakan ayam. Usaha milik salah satu pengusaha setempat ini berdiri di tengah permukiman padat penduduk. Belakangan ini warga di sekitar kandang ayam milik H Said mengeluh. Betapa tidak, bau tak sedap yang berasal dari kandang ayam petelur itu menjadi santapan sehari-sehari. Tak hanya itu, lalat tiba-tiba menyebar ke rumah warga sejak kandang ayam tersebut berdiri.

Tak jarang warga menutup pintu untuk menghindari serangan lalat dan bau yang menyengat hidung. Setidaknya demikian keluhan warga yang berdomisili di Jl Bandeng dan sekitarnya yang diterima RADAR BONE. Untuk mengecek kebenaran informasi tersebut, RADAR BONE melakukan penelusuran ke lokasi kandang ayam dimaksud, Rabu, 14 Maret kemarin sekira pukul 11.30 Wita.

Salah seorang warga setempat, A Adil yang ditemui RADAR BONE, mengakui kehadiran kandang ayam milik pengusaha yang akrab disapa H Olleng tersebut menimbulkan bau tak sedap. Bayangkan, kata dia, makanan yang tersaji di rumah harus cepat disantap jika tak ingin dikerumuni lalat. “Makanan yang dihidangkan harus cepat dimakan, karena penuh dengan lalat. Sudah ada warga yang melaporkan ke pemerintah kelurahan untuk dibongkar, namun sampai sekarang belum ada tindakan. Pemiliknya juga sudah berjanji untuk hentikan aktivitasnya, namun sampai sekarang masih berlanjut,” tutur Adil.

Jika usaha peternakan ayam petelur tersebut tetap berlanjut, Adil khawatir akan menimbulkan kerawanan, pasalnya warga sudah tak tahan dengan dampak yang ditimbulkan.
“Jika kandang ayam itu masih ada, tidak menutup kemungkinan akan muncul hal-hal yang tidak diinginkan. Karena sudah banyak warga yang mengeluhkan. Jangan sampai warga kehilangan kesabaran. Makanya, kami meminta kepada pemerintah untuk menindaklanjuti keluhan warga,” beber Adil.
Warga lainnya, A Amir menambahkan kehadiran kandang ayam berukuran besar itu berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan yang berujung mendatangkan penyakit warga sekitar kandang.

“Istri saya baru keluar dari rumah sakit, demikian pula anak-anak di rumah ada yang kena cacar. Perlu ada tindakan pemerintah untuk membongkar kandang ayam tersebut. Apalagi menurut pemiliknya awalnya lokasi kandang ayam hanya mau dijadikan tempat kayu, namun ujung-ujungnya ternyata dijadikan kandang ayam. Kami tak ingin kandang ayam itu berdiri di sini, karena bisa menimbulkan dampak penyakit,” paparnya.

Pemilik peternakan ayam, H Said yang berusaha dikonfirmasi tak berhasil. Seorang pria bertubuh pendek dan bermata sipit melarang RADAR BONE untuk melakukan konfirmasi dan mengambil gambar. Bahkan, ia mengancam wartawan RADAR BONE dengan sebilah parang.

Camat Tenete Riattang Timur, Hasnawati Ramli yang dihubungi RADAR BONE, menegaskan usaha peternakan ayam milik H Said belum mengantongi izin. “Pemilik pernah berjanji pada bulan Desember 2017 lalu, untuk tidak melanjutkan usahanya, tapi ternyata sampai saat ini belum dihentikan, sehingga warga protes,” jelas Hasnawati.

Hasnawati menambahkan pihak BLHD sudah menegur pemilik usaha peternakan tersebut. Sekcam Tanete Riattang Timur, A Ikrar menambahkan pihaknya sudah mengeluarkan surat peringatan kepada pemilik kandang ayam. Surat ini sudah dilayangkan kepada pemilik dan diteruskan ke Polsek dan Koramil setempat.

“Sebelum saya pulang pukul 15.00 Wita tadi, suratnya sudah kita kirim. Pemilik kandang ayam kita kasi waktu satu minggu, jika tidak dibongkar dalam seminggu itu akan dilakukan pembongkaran paksa,” tegas Ikrar seraya menegaskan surat tersebut merupakan tindaklanjut dari peringatan sebelumnya.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top