Unik Pengerjaan Trotoar di Bone. Papan Proyeknya Saja Tersembunyi – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Unik Pengerjaan Trotoar di Bone. Papan Proyeknya Saja Tersembunyi

RADARBONE.CO.ID–Sejatinya papan nama proyek dipasang pada tempat yang mudah dilihat oleh publik. Papan nama proyek dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada khalayak terkait proyek yang dilaksanakan.Informasi dimaksud meliputi jenis pekerjaan yang dilakukan, pelaksana pekerjaan, jangka waktu pelaksanaan hingga sumber dana. Singkatnya, papan nama proyek untuk menegaskan bahwa bukan bukan proyek siluman.

Namun apa jadinya jika papan nama proyek dipasang di tempat yang tersembunyi atau sulit dilihat oleh masyarakat. Pemandangan ini bisa dijumpai pada proyek rehabilitasi trotoar di Jl Ahmad Yani, tepatnya depan Masjid Al Markaz Al Ma’rif. Papan nama proyek ini digantung pada pohon di halaman parkir masjid ini. Parahnya lagi, papan nama proyek ini dipasang membelakangi pintu gerbang masjid, sehingga tidak terlihat oleh jamaah masjid yang masuk-keluar lewat pintu gerbang. Pemasangan papan nama di balik pagar masjid mengundang sorotan publik. Betapa tidak, proyek trotoar yang dikerjakan berada di luar pagar masjid.

“Saya pikir tidak ada papan proyeknya, karena tidak kelihatan. Semestinya dipasang di luar pagar supaya gampang terlihat,” katanya.

Warga lainnya, Ahmad menilai pekerjaan proyek trotoar tersebut terkesan ditutupi. Buktinya, papan nama proyek dipasang di lokasi yang tersembunyi, sehingga tidak mudah dilihat. “Jadi seolah-seolah informasi terkait proyek ini ditutup-tutupi. Buktinya kan, papan nama proyeknya dipasang di tempat tersembunyi,” paparnya.

Yang juga tak luput dari kritikan masyarakat adalah kualitas pekerjaan proyek. Trotoar lama hanya langsung dicor di atasnya tanpa digali, sehingga kekuatan pemasangan selop diragukan tidak kuat. Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Syahruli Asmar ST MSi yang dikonfirmasi RADAR BONE, mengatakan mengatakan papan nama proyek sudah dipasang sejak awal, hanya saja tidak nampak.
“Kami sudah buatkan sebelum pekerjaan dimulai dan sudah dipasang, tapi memang agak di dalam,” katanya.

Menurut Syahruli, trotoar yang direhab sepanjang 200 meter dengan anggaran sebesar Rp175 juta. “Insya Allah pembangunan trotoar diupayakan bisa rampung sebelum jatuh tempo. Meskipun waktunya hanya dua bulan saja, yang penting dikerja pasti akan rampung. Apalagi trotoar tersebut sudah ada dasarnya dan panjangnya tidak terlalu panjang, karena hanya 200 meter,” terangnya.

 

(*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top