Wow, Bone Kekurangan Dokter, Rasio Di Bawah Standar Indonesia Sehat – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Wow, Bone Kekurangan Dokter, Rasio Di Bawah Standar Indonesia Sehat

PENULIS : BAHARUDDIN

RADARBONE.CO.ID–Ketersediaan dokter masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Betapa tidak, masih ada puskemas yang belum memiliki tenaga dokter. Berdasarkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Bone Tahun 2016, terungkap jumlah dokter di Bone masih jauh dari standar Indonesia Sehat, dimana rasio dokter umum 40/100.000 penduduk. Kemudian rasio dokter gigi 11/100.000 penduduk. Bahkan dari target RPJMD belum bisa tercapai. Target RPJMD Kabupaten Bone tahun 2016 adalah 0,82/1.000 penduduk. Namun kenyataannya yang terealisasi cuma 0,06/1.000 penduduk.

Nah, bagaimana dengan ketersediaan tenaga dokter di Bumi Arung Palakka saat ini. Secara keseluruhan jumlah dokter yang tercatat di Dinas Kesehatan Kabupaten Bone saat ini berjumlah 102 orang. Ini sudah termasuk di dalamnya dokter berstatus pegawai negeri sipil (PNS) maupun dokter pegawai tidak tetap (PTT). Adapun rinciannya adalah dokter umum sebanyak 67 orang. Ini terbagi atas dokter umum PNS sebanyak 40 orang dan dokter umum PTT 27 orang. Selanjutnya total dokter gigi  35 orang, berstatus 25 orang dan PTT 8 orang. Sementara dokter sukarelawan sebanyak dua orang.

Jumlah dokter sebanyak itu belum mampu melayani 38 puskesmas yang ada di Bone. “Setiap puskesmas idealnya diisi minimal dua dokter, namun sampai saat ini masih ada puskesmas yang satu saja dokternya. Ada juga puskesmas, memiliki dokter gigi saja, tapi tak memiliki dokter umum. Demikian pula sebaliknya ada dokter umum tapi tidak ada dokter giginya,” kata A Rasyid AM, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bone.

Rasyid mencontohkan, puskesmas yang cuma memiliki satu dokter, yakni Puskesmas Tanah Batue dan Tonra. “Hanya dokter gigi saja yang ada. Semantara dokter umum tidak ada. Bahkan di Puskesmas Lamuru tidak ada dokternya, belum lagi puskesmas lainnya,” tambah mantan Camat Patimpeng itu.
Menyikapi kekurangan tenaga dokter tersebut, Rasyid mengatakan pihaknya telah mengusulkan dalam penerimaan CPNS tahun ini, memprioritaskan penerimaan dokter untuk puskesmas yang nihil dokternya.

“Semoga hasil seleksi CPNS tahun ini ada dokter yang mengisi jabatan yang lowong di masing-masing puskesmas. Supaya pelayanan ke depan akan lebih maksimal. Karena dalam satu puskesmas itu minimal satu dokter gigi dan satu dokter umum yang melayani,” jelasnya.  Sementara RSUD Tenriawaru Watampone yang sudah berstatus rujukan hanya ditangani 38 dokter. Ini sudah termasuk di dalamnya dokter umum dan gigi sebanyak 17 orang. Kemudian dokter ahli 21 orang. “Maka jumlah secara keseluruhan sebanyak 38 orang,” kata Ramly SH. Kasubag Humas RSUD Tenriawaru.

Yang menarik, dokter yang bertugas di RSUD Tenriawaru ini juga sebagian besar bertugas di rumah sakit dan klinik lainnya.  Masih kurangnya tenaga dokter ini disebabkan beberapa faktor, diantaranya adanya dokter pindah mutasi ke daerah lain atau melanjutkan pendidikan, berakhirnya masa tugas PTT. Kemudian pertambahan jumlah dokter tidak sebanding dengan jumlah penduduk, apalagi Kabupaten Bone mendapat jatah alokasi penerimaan CPNS sejak 2014.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top