Wow, Dugaan Manipulasi Data Mencuat Dibalik Rekrutmen CPNS – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Wow, Dugaan Manipulasi Data Mencuat Dibalik Rekrutmen CPNS

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE-Para eks honorer ketegori II membeberkan dugaan kecurangan proses rekrutmen CPNS di daerah ini. Mereka pun mendesak DPRD Bone mengusut tuntas biang dibalik dugaan manipulasi data honorer tersebut.

Dugaan manipulasi data honorer K2 mencuat dibalik rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Isu manipulasi data tersebut, disampaikan sejumlah honorer eks K2 yang tergabung dalam Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2I), saat menyampaikan aspirasi di gedung DPRD Bone, Kamis 13 September kemarin.

Dihadapan Anggota DPRD Bone yang menerima aspirasi mereka, A Muh Idris Alang, Hj Mintayu Syamsuddin, Bahtiar Malla, H Abd Rahman, Irwandi Burhan dan Rusdi, tenaga honorer eks K2 menyampaikan lima tuntutan.

Selain mendesak pemerintah memprioritaskan K2 untuk diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tanpa batasan umur, mereka juga mendesak legislator mengusut tuntas adanya dugaan oknum di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) yang memanipulasi data honorer.

Ketua Koordinator Aksi, A Syamsul Alam SPt menegaskan, pihaknya menemukan adanya ketimpangan dan dugaan manipulasi data.

“SK itu kan kolektif jadi mudah ditahu siapa yang usia 35 tahun dan masa kerjanya. Nah ini kita temukan, ada honorer yang terakomodir yang SK dan masa kerjanya berbeda,” ujar Syamsul Alam kepada RADAR BONE di sela-sela aksi kemarin.

Olehnya itu, Ia mendesak agar dugaan tersebut diusut tuntas. Disamping itu, ada honorer yang masa pengabdiannya tahun 2008, terangkat CPNS karena diduga ada yang oknum di BKD (BKPSDM) yang bermain.

“Itu SK pengabdiannya yang dimanipulasi,” ujar salah satu honorer yang meminta namanya tidak dikorankan.

Terpisah, koordinator lapangan di aksi tersebut, A Hasbi Assidiq SPd menegaskan, KemenPAN harus merevisi regulasi rekrutmen CPNS.

“Kami berharap DPRD bisa menfasilitasi tuntutan kami (Eks K2). Kita mau KemenPAN mengakomodir honorer diatas 35 tahun. Kasihan, kami yang sudah mengabdi puluhan tahun. Jangan batasi hak kami,” ujarnya.

Ia menyebut, honorer eks K2 yang mengantongi SK pendidik sebanyak 100 orang lebih. Sementara total K2 seluruh instansi mencapai 1.200 orang.

Sementara total honorer yang usianya 35 tahun ke bawah, kurang lebih 150 orang.
Ketua tim penerima aspirasi, A Muh Idris Alang memastikan, aspirasi tersebut akan ditindaklanjuti melalui rapat kerja.

“Insya Allah nanti teman-teman honorer pasti diundang untuk hadir di rapat kerja DPRD Bone, sebagai tindaklanjut dari aspirasi yang disampaikan hari ini,” ujarnya.

Soal adanya dugaan manipulasi data, hal tersebut lanjut Idris Alang juga menjadi materi yang akan dibahas dalam rapat kerja nantinya.

Politisi Partai Golkar itu, juga menegaskan penolakannya atas regulasi yang membatasi umum K2 dalam rekrutmen CPNS tahun ini.

“Jangan batasi perekrutan CPNS ini. Ini sama saja menghilangkan hak orang,” tegas Idris Alang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top